kebanyakan orang memang harus belajar untuk mengantarkan lalu meninggalkan. menyisakan spasi antara keinginan dan tujuan. sepertinya memang aku lah yang paling mengerti mengapa waktu tidak perlu dilipat menjadi lebih singkat. karena nampaknya permasalahan tidak akan menjadi lebih ringan saat  dipercepat. jangan lupa menghela nafas, sayang. jangan lupa juga bahwa kita harus pulang. kesini lah kita akan kembali. ke kesepian bernama sepi. 

Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Juli 2014

sebenernya banyak yang bisa diceritain dari perjalanan kalimantan kemarin. setelah kerja praktik di perusahaan kelapa sawit Cargill, sebelum pulang aku nyempetin ke Tanjung Puting, tempat konservasi orang utan paling terkenal di Indonesia. perjalanan ke tempat ini sama sekali ga ada rencana, cuma ngepas-pasin sama flight pulang ke Bandung aja. berbekal nekat dan uang gaji, aku nebeng orang sana-sini (dan aku cuma sendirian). 

pas nyampe Pelabuhan Kumai (karena perjalanan ke Tanjung Puting itu pake kapal nyusur Sungai Sekonyer) sebenernya ga ada guide yang mau ngangkut aku karena mereka udah full booked semua sama wisman. aturannya emang turis harus booking minimal sebulan sebelum dateng ke Tanjung Puting. tapi setelah memelas ada seorang guide yang mau ngangkut aku namanya Bang Usup. setelah tanya-tanya harga dan fasilitas yang aku perluin selama perjalanan, tersebutlah harga turis lokal itu 1.5 juta untuk 3 hari 2 malem. what! akhirnya coba nawwar-nawar lagi dan dapatlah aku cuma setengah harga dengan konsekuansi aku tidur bareng ABK di dek kapal. oke ga masalah menurutku karena makan, guide & tiket semua udah include.

dimulailah petualangan selama 3 hari aku nyusurin Sungai Sekonyer. selama 3 hari itu aku mampir ke 3 tempat konservasi orang utan, Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Lakey. di tiap dermaga, untuk nyampe feeding platform kita harus jalan sekitar sejam membelah hutan. tiap tempat punya jam feeding tertentu & kita bisa liat para ranger bawain pisang buat orang utan yang lagi direhab ini.

selama 3 hari itu aku tidur di kapal dan ga cuma bisa liat orang utan aja karena banyak primata lainnya juga kayak bekantan, kukang, kera dan reptil kayak biayak ditambah serangga-serangga yang super aneh bentuknya pas kami lagi safari night. meskipun sendirian tapi Dede & Eno, Kapten kapal yang seumuran aku kocak banget kita suka main gitar di depan kapal sambil nunggu sunset terus ditambah guide aku Bang Usup & Abang-abang guide perahu lainnya yang super lawak, Bang Baen, Bang Mickey, Bang Iim. disana turis lokalnya cuma aku dari sekian puluh turis asing dari berbagai negara. huh sedihnyaaa. over all aku suka banget perjalanan ke Kalimantan Barat & Tengah ini. super seru&spontan! makasih Jack & Louise yang udah ditebengin perahunya, maaf ngaku-ngaku keponakannya Bang Usup cuma biar ga risih ternyata ada turis legal di perahu sewaan kalian haha.

yes okay, i’m just a Lucky Bastard!

tidak bisa diragukan lagi bahwa hidup semakin jelas arahnya melajunya. semakin menuntut arah memulainya. dan hidup semakin menyenangkan karena kombinasi antara pilihan & resiko. tapi kini aku lebih sulit mendefinisikan orang. jelas terlihat tidak bisa aku menyebutnya si pintar atau si soleh hanya dengan satu momen. terlalu banyak variabel yang bisa digunakan seumur aku mengenal siapapun untuk membuat nama panggilan kepada siapapun; si pencuri yang menolong Tumapel, seperti Arok atau si brahmani yang mengkhianati suaminya, seperti Dedes. memang sulit untuk menjadi lembut & kuat sekaligus.

A message from Anonymous
Kak, kok ga nulis lagi? Kangen tulisan mu, Kak..

rondoandmoyo:

Hallo Voyager…..
Sekitar 25.000 hari Indonesia merdeka, relatif muda bila dibandingkan Amerika apalagi bila dibandingkan dengan eropa. Namun secara Budaya dan kehidupan bila dilihat secara teritori Indonesia bisa jadi lebih tua. Secara fisik dan geogerafi  Indonesia merupakan tempat yang sangat menarik. Ketika Pembacaan teks proklamasi Indonesia memiliki luas daerah sekitar 1.5 juta Km Persegi. Berkembang lebih dari tiga kali lipat setelah deklarasi Djuanda. Sekarang indonesia memiliki luas daerah sekitar 5 juta Km persegi. Indonesia menjadi negara kelautan, yang menjadikan Laun dan tanah Indonesia tidak bisa dipisahkan. Indonesia satu-satunya bangsa yang menyebut negaranya : TanahAir.
Wilayah Indonesia terbentang sangat luas dan beragam. Indonesia terdiri dari 34 provinsi. Pembagian ini didasarkan wilayah administrasi, yang ditunjukan agar pengelolaannya jelas. Namun bila indonesia dibagi berdasarkan kebudayaan, indonesia akan terbagi menjadi banyak sekali. Indonesia berbatasan dengan 10 negara tetangga, baik berbatasan didarat maupun dulautan. Memiliki jumlah pulau sekitar 14.000 (atau 17.000 ?), memiliki panjang pantai 81.000 km. Indonesia memiliki perbedaan wilayah bioregionan : SUNDA< WALACE dan SAHUL. Hal ini menyebabkan perbedaan ekosistem. Indonesiamemiliki pariasi medan, Dataran, pegunungan, kawasan Kars bahkan Kawasan Khas di Irian jaya yang memiliki salju abadi, walaupun terdapat dikawasan tropis.
Voyager yang baik….
Dengan keadaana negara seperti ini, kita akan cukup kesulitan untuk mendefinisikan : Orang indonesia, titik awal Indonesia, identitas Indonesia atau mungkin secara umum bisa disebut KEINDONESIAAN. Apa yang sebaiknya kita lakukan dengan keadaan seperti ini untuk menemukan keIndonesiaan?
Bisa Banyak hal. Mungkin.
Namun menurut saya, cara yang paling baik untuk menemukan ke-Indonesiaan adalah dengan mengelilingi setiap element dari Indonesia. Mengelilingi sejarahnya, mengelilingi keluasannya, mengelilingi lautnya, mengelilingi 34 provinsi, mengelilingi aneka macam budaya, mengelilingi perbatasannya, mengelilingi 14.000 ruangannya, mengelilingi pantainya, mengelilingi macam bioregionalnya, mengelilingi aneka medan dan tentu saja mengelilingi bangsanya. Pekerjaan yang besar memang, namun ini adalah konsekuensi sebagai bangsa besar. Maka kegiatan “Indonesia berkeliling” sebaiknya menjadi budaya dari bangsa indonesia secara keseluruhan. Berkeliling bukan kegiatan Ekslusif para pecinta alam, komunitas atau perhimpunan tertentu, tapi kegiatan berkeliling seharunya menjadi suatu KEWAJARAN budaya dari seluruh bangsa Indonesia.
Selamat berkeliling kawan, Selamat menemukan KeIndonesiaan. Tidak selamanya pengabdian harus dengan darah dan dukalara, tapi bisa juga dengan hasrat dan kebahagiaan.
DIRGAHAYU
Indonesia ke-69
RONDOANDMOYO 

rondoandmoyo:

Hallo Voyager…..

Sekitar 25.000 hari Indonesia merdeka, relatif muda bila dibandingkan Amerika apalagi bila dibandingkan dengan eropa. Namun secara Budaya dan kehidupan bila dilihat secara teritori Indonesia bisa jadi lebih tua. Secara fisik dan geogerafi  Indonesia merupakan tempat yang sangat menarik. Ketika Pembacaan teks proklamasi Indonesia memiliki luas daerah sekitar 1.5 juta Km Persegi. Berkembang lebih dari tiga kali lipat setelah deklarasi Djuanda. Sekarang indonesia memiliki luas daerah sekitar 5 juta Km persegi. Indonesia menjadi negara kelautan, yang menjadikan Laun dan tanah Indonesia tidak bisa dipisahkan. Indonesia satu-satunya bangsa yang menyebut negaranya : TanahAir.

Wilayah Indonesia terbentang sangat luas dan beragam. Indonesia terdiri dari 34 provinsi. Pembagian ini didasarkan wilayah administrasi, yang ditunjukan agar pengelolaannya jelas. Namun bila indonesia dibagi berdasarkan kebudayaan, indonesia akan terbagi menjadi banyak sekali. Indonesia berbatasan dengan 10 negara tetangga, baik berbatasan didarat maupun dulautan. Memiliki jumlah pulau sekitar 14.000 (atau 17.000 ?), memiliki panjang pantai 81.000 km. Indonesia memiliki perbedaan wilayah bioregionan : SUNDA< WALACE dan SAHUL. Hal ini menyebabkan perbedaan ekosistem. Indonesiamemiliki pariasi medan, Dataran, pegunungan, kawasan Kars bahkan Kawasan Khas di Irian jaya yang memiliki salju abadi, walaupun terdapat dikawasan tropis.

Voyager yang baik….

Dengan keadaana negara seperti ini, kita akan cukup kesulitan untuk mendefinisikan : Orang indonesia, titik awal Indonesia, identitas Indonesia atau mungkin secara umum bisa disebut KEINDONESIAAN. Apa yang sebaiknya kita lakukan dengan keadaan seperti ini untuk menemukan keIndonesiaan?

Bisa Banyak hal. Mungkin.

Namun menurut saya, cara yang paling baik untuk menemukan ke-Indonesiaan adalah dengan mengelilingi setiap element dari Indonesia. Mengelilingi sejarahnya, mengelilingi keluasannya, mengelilingi lautnya, mengelilingi 34 provinsi, mengelilingi aneka macam budaya, mengelilingi perbatasannya, mengelilingi 14.000 ruangannya, mengelilingi pantainya, mengelilingi macam bioregionalnya, mengelilingi aneka medan dan tentu saja mengelilingi bangsanya. Pekerjaan yang besar memang, namun ini adalah konsekuensi sebagai bangsa besar. Maka kegiatan “Indonesia berkeliling” sebaiknya menjadi budaya dari bangsa indonesia secara keseluruhan. Berkeliling bukan kegiatan Ekslusif para pecinta alam, komunitas atau perhimpunan tertentu, tapi kegiatan berkeliling seharunya menjadi suatu KEWAJARAN budaya dari seluruh bangsa Indonesia.

Selamat berkeliling kawan, Selamat menemukan KeIndonesiaan. Tidak selamanya pengabdian harus dengan darah dan dukalara, tapi bisa juga dengan hasrat dan kebahagiaan.

DIRGAHAYU

Indonesia ke-69

RONDOANDMOYO 

image

image

image

bagian yang paling sulit dari tidak merepotkan orang adalah berusaha berdiri pada kaki kita sendiri. menyadari bahwa setiap orang datang dengan impian & bebannya masing-masing. wajar jika suatu saat kita merasa seperti tersesat. seperti tidak ingin berada di tempat dimana kita akan pulang atau pun tempat dimana kita kan pergi. seperti aku kali ini.  

have no idea how i miss ‘em rite now

image

kuliah 30 SKS tentang kehidupan dan pertemanan ada di sini. dan sampai saat ini aku masih belum lulus ujian rasa-rasanya. katanya ujiannya akan seumur hidup, aku masih punya waktu. yang paling sulit dari berakhirnya kuliah ini adalah tidak memendam amarah pada teman & tidak menyesal tidak berbuat yang terbaik. ada sesekali aku pulang dari kelas larut malam sambil sesenggukan menuju rumah bapak dosen. mengadu tentang mata kuliah yang sulit sekali & aku hampir menyerah. bapak dosen cuma memberiku segelas air putih, mengusap kepalaku dan berkata ini akan baik untukku. aku rindu teman-teman yang dulu pernah datang, lalu memutuskan untuk pergi. padahal kami pernah sama-sama duduk depan api saat libur kuliah. mungkin mereka lupa, lupa cita-cita besar ini.

image